News Studentsite

Sabtu, 20 Februari 2010

Belajar Kearifan Tukang Becak


Siapa yang gak tahu atau belum pernah melihat Becak??? kendaraan roda tiga yang umumnya menempatkan sang pengemudi di belakang penumpang. Becak adalah sebuah artikulasi budaya yang terjaga selama lebih dari seabad.
Tukang becak di Jakarta dipanggil "bang", di Jawa "Mas" di Makassar dipanggil "daeng". Sebuah relatifitas sapaan yang disesuaikan dengan krama terhadap kakak dalam kasta yang lebih rendah atau setara. Kenapa??? karena agak aneh kalau kita memanggil tukang becak "Oom", "Ndoro" atau "Puang"
Bentuk becak juga dapat ditafsirkan sebagai sindiran lembut buat manusia lokal, mengapa becak di Jakarta jauh lebih pendek dibanding becak Solo, karena orang Jakarta nggak mau capek angkat kaki. Atau becak Makassar lebih sempit dari becak Jakarta, seakan – akan orang Jakarta suka jadi jagoan di jalan, lebih gemuk serta sejahtera.
Becak juga kerap dipandang sebelah mata, sebagai sebuah bagian kerumitan kota. Becak membuat kota terlihat kumuh, tidak tertata dan yang menyedihkan tukang becak dianggap sebagai entitas ekonomi yang gagal. Tak jarang orang tua sering menakuti anaknya yang tidak mau belajar dengan kalimat, "...awas kalau gak mau belajar, nanti sudah besar jadi tukang becak!!!"

Barang ini juga mewakili nilai kekompakan serta spartanitas sebuah kelompok, ketika saya masih kecil. Salah seorang tetangga saya meninggal karena dikeroyok tukang becak. Alasannya sepele, salah seorang tukang becak sempat dipukul tetangga saya, lantas seluruh koleganya marah dan mendatangi rumahnya.

Meski demikian sadarkah kita, ada nilai - nilai kearifan dari komunitas tukang becak??? kearifan yang sepatutnya ditiru oleh sebagian masyarakat dan pejabat di negri ini. Coba perhatikan ketika tukang becak mencari penumpang. Sangat jarang sekali mereka berebutan atau saling sodok seperti tukang ojek.
Bahkan tidak jarang, mereka rela berbagi rezeki jika ada rekannya yang belum mendapat penumpang. Saya punya pengalaman unik, saat turun dari angkot, saya langsung menaiki sebuah becak yang tergolong bersih dan bagus. Namun serta merta pengemudinya menolak dan meminta

saya menaiki becak rekannya, “dia belum dapat penumpang mas…” uups betapa bijak nya.

Bayangkan, jika budaya legowonya tukang becak ini diterapkan oleh sebagian masyrakat kita. Atau mengalah pada kepentingan yang lemah ini terjadi pada sebagian pengusaha besar dan pejabat negara ini… damainya.
Tanpa memandang sisi negatifnya, tentu kita juga menginginkan nilai – nilai kearifan tukang becak terjadi di negri ini.

Cari Pelanggan,Tukang Becak Gunakan Facebook


Seorang tukang becak di Yogyakarta memanfaatkan situs jejaring sosial Facebook untuk mendapatkan pelanggan, terutama wisatawan asing. Bermodalkan sebuah ponsel berfitur cukup canggih, Haryadi kerap ber-facebook ria sambil menunggu penumpang. Tak hanya demi keuntungan, ia mengaku dapat belajar bahasa Inggris dari beberapa turis asing yang menggunakan jasanya.

Langganan Haryadi yang lulusan SMA ini terus bertambah dari hari ke hari. Hampir setiap wisatawan yang ingin menikmati indahnya Yogyakarta akan mencari dirinya. Selain menawarkan jasa becak, Haryadi juga menjual kain batik yang menjadi ciri khas Kota Gudeg.

Dari usaha menarik becak dan menggunakan Facebook, Haryadi mengungkapkan hidupnya menjadi lebih baik. Ia bahkan sudah memiliki sebuah rumah pemberian wisatawan Inggris yang dikenalnya lewat Facebook. Di rumah itu, pria yang kini mempunyai 888 teman di Facebook itu membesarkan anaknya setelah sang istri meninggal dunia pascagempa yang melanda Yogyakarta beberapa tahun silam.

By.http://tekno.liputan6.com/berita/201002/263127/Cari.Pelanggan.Tukang.Becak.Gunakan.Facebook

Cara Mengurangi STRESS


Anda pernah trauma terhadap suatu kegagalan? Cara yang sama bisa kita lakukan untuk menhilangkan trauma tersebut. Kita harus mengulangi kembali kegagalan tersebut dalam sebuah simulasi. Yang perlu diperhatikan adalah simulasi yang dilakukan persis sama dengan kejadian yang sebenarnya. Para korban gempa melalui alat simulasi tersebut merasakan kembali goncangan yang sesunggunya, hanya saja bukan dari gempa sesungguhnya tetapi dari alat simulasi. Unutk menhilangkan trauma atas kegagalan yang pernah kita lakukan berarti kita harus mengalami kembali kejadian yang sesungguhnya.
Jika anda pernah gagal bisnis dan membuat anda trauma, anda harus mengulagi kembali kegagalan tersebut. Perbedaannya adalah dalam skala dimana anda sanggup menerima kegagalan tersebut tanpa mengalami trauma. Sederhananya adalah dengan mencoba menjalankan bisnis kembali dengan modal yang lebih kecil. Jangan piker untuk sekses dulu, jalankan apa adanya.
Apa pun yang terjadi, baik sukses atau gagal, coba lagi berbisnis dengan modal yang lebih besar, dan seterusnya sampai anda nyaman dengan kegagalan yang anda alami. Lama kelaman trauma yang ada dalam diri anda insya allah akan hilang atau berkurang seperti apa yang dilakukan oleh alat simulasi gempa tersebut. Selamat mencoba.

Diambil dari buku Super Great Memory

SHINKANSEN


Shinkansen (新幹線, juga sering dipanggil kereta peluru) adalah jalur kereta api cepat Jepang yang dioperasikan oleh empat perusahaan dalam grup Japan Railways.

Shinkansen merupakan sarana utama untuk angkutan antar kota di Jepang, selain pesawat terbang. Kecepatan tertingginya bisa mencapai 300 km/jam.

Nama Shinkansen sering digunakan oleh orang-orang di luar Jepang untuk merujuk kepada kereta apinya, namun kata ini dalam bahasa Jepang sebenarnya merujuk kepada nama jalur kereta api tersebut.


by.wikipedia

 
Design by Free WordPress and blogger Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management